Jumat, 23 April 2010

photographers definition: people who just take the camera or the people who live off the camera?

Salah satu yang terlintas dipikiran gua, celetukan2 rekan seprofesi ada satu kesimpulan yang gua dapet yaitu "photographers definition: people who just take the camera or the people who live off the camera?" ..cie..cie gaya pake inggris :D..


definisi ini hanya sebuah celetukan rekan-rekan yang secara pribadi gua simpulkan (jadi ini cuma kesimpulan pribadi lohh a.ka IMO). Berangkat dari situasi yang sangat mendukung seperti kepemilikan DSLR yang relatif mudah dan murah (IMO lgi) dan prospek kerja yang menjanjikan dan gengsinya itu loh...hehehe... 


Ok sekarang gw mau ngupas sedikit mengenai fenomena yang terjadi seprti orang yang menenteng kemana2 kamera DSLR (whatever f**king brand and all stuff) suka disebut fotografer yang entah diberi julukan oleh lingkungan atau menamakan DIRI SENDIRI :D..hehehe... tapi ada lagi yang memang hobi dan ada lagi yang memang hidup dari hasil jepretan kamera seperti saya ini. Definisi diatas tercetus dikarenakan banyaknya fotografer2 yang katanya membanting harga utnuk mendapatkan sebuah proyek foto sehingga rekan2 fotografer yang lain mendapat dampaknya yaitu berkurang order foto :D.
Sesunggguhnya banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut seperti situasi seseorang fotografer belum memiliki portofolio untuk proyek sejenis itu, kadang itu menjadi faktor yang dipergunakan calon klien untuk menekan cost budget untuk proyek tersebut jadi apakah itu kesalahan fotografernya? karena menurut saya semua fotografer sah untuk mendapatan proyek tersebut, hanya keberuntungan itu berpihak disiapa.


Kesimpulan yang gua dapat setelah membongkar otak adalah ngak ada orang yang mau bekerja tanpa hasil, tapi yang kita harus pastikan orientasi hasil itu apa? betul tidak? 
Saat ini saya mencoba membagi persentase orientasi hasil saya menjadi (hasil ngintip dari @yoris "author OMG creative junkies") :
  • 70% adalah murni uang (karena ini yg bikin dapur ngebul), peduli setan dgn hasil porto yang jelek, ngak membanggakan, proyek kecil tapi minimal 10x dalam sebulan :D, ngak ada gengsinya yang penting gw dibayar mahal untuk ini.
  • 20% adalah untuk portofolio, tahap ini gua kerjakan karena gua butuh portofolio gua untuk naikan value portofolio fotografi gua (tahap ini uang merupakan no 2).
  • 10% adalah untuk pleasure, sampai tahap ini ngak ada unsur uang sedikitpun, gw lakukan fotografi murni untuk diri gua sendiri dan ini yang bikin gua tetap hidup dan ngerasakan fotografi dalam darah gua. Ditahap ini gua punya impian yang sekarang gua pengen lakukan.... tunggu saja tanggal mainnya.
 Kesimpulan dari semua adalah manusia berusaha tapi rejeki TUHAN yang menentukan....

Kamis, 22 April 2010

Pilihan Hidup.. kiper atau striker???

Semalam sebelum tidur terbayang-bayang beberapa perkataan seperti "mindset" (dalam workshop creative landscape by mas YY), "you can change your work/job/life but you need  a place to stand:" (careersnippet @reneCC book)," personal branding "(interview @pandji  @hardrockfm) .

Kedengarannya sih ngak nyambung, tapi itu yang gua rasakan saat ini dan membuat gua kepikiran apa yang telah gua lakukan selama ini seperti "you can change your work/job/life but you need a place to stand" ... itu permasalahannya kalau gua itu melakukan sesuatu radikal atas hidup gua dari memiliki pekerjaan tetap dan loncat ke dalam dunia profesionalisme yang notabene baru didunia gua. Dalam lindunganNYA gw merasa beruntung loncatan gua ini masih dalam koridor pekerjaan gua yang lama dari seorang fotografer inhouse menjadi profesional murni AKA freelance.

Salah satu karya gua yang menurut gua sangat membanggakan adalah proyek foto untuk iklan cetak sebuah produk selular yang di pasang di hampir seluruh Indonesia, media cetak dan lainnya, tapi gua masih merasa "I am the lucky bastard" dan dalam 10 bulan ini proyek-proyek berdatangan untum memenuhi dapur rumah tangga gua tetapi setelah itu agak menurun... mungkin ini yangdisebut roda kehidupan yang kadang diatas kadang di bawah (mudah2an ngak terus2an dibawah).

Kata-kata mindset dan personal branding mulai mengusik gua malem itu, yang gua lakukan selama ini masih kurang akan pemahaman dua kata tersebut. gua hanya fokus disatu pandangan tentang pekerjaan yaitu menjadi seorang kiper yang selalu jaga gawang.

Dalam keadaan roda kehidupan dibawah gua merubah strategi gua menjadi striker..nyerang kemana-mana tanpa melihat serangan balik (padahal gua ngak suka permainan bola :D). Hasil yang gua dapat adalah 0 (nol) besar karena kebiasaan kiper dibawa ke striker yang selalu berpikir bahwa bola itu pasti dateng ke gua padahal ngak juga.... dalam kata lain gua kecapaian lari kesana kemari tanpa mendapatkan bolanya.

Semalem gua berpikir atas yang gua lakukan semua itu dan kenapa gua ngak sinerjikan semua "mindset" (dalam workshop creative landscape by mas YY), "you can change your work/job/life but you need  a place to stand:" (careersnippet @reneCC book)," personal branding "(interview @pandji  @hardrockfm)  kedalam pekerjaan gua ini dan bisa dikatakan gua tau sekarang posisi gua... yaitu seorang PLAYMAKER........

btw selamat hari Ibu Kartini...